PKS Diujung Koalisi

PKS (Partai Keadilan Sejahtera) dianggap Setgab (Sekertariat Gabungan) telah melakukan pelanggaran serius dalam kesepakatan dan secara otomatis keluar dari koalisi. tapi PKS tidak mau keluar dari koalisi dengan dalih masih menunggu pernyataan langsung SBY.

Ceritanya bermula ketika pemerintah dalam usulan perubahan APBN-P 2012 mengenai BBM, PKS memang secara terang-terangan menolak kenaikan harga BBM. Sikap keras kepala PKS membuat partai koalisi melakukan penghitungan ulang. Hasilnya, harga BBM yang sejatinya naik pada 1 April batal dilaksanakan. Dalam rapat Paripurna DPR yang digelar 30-31 Maret, dini hari, akhirnya diputuskan, kewenangan kenaikan BBM dilimpahkan ke pemerintah. Dengan catatan, pemerintah bisa menaikkan harga BBM bila harga minyak dunia mengalami kenaikan hingga 15 persen dari ambang batas yang ditetapkan dalam APBN-P.

Batalnya kenaikan harga BBM ini terang saja membuat Presiden SBY yang juga Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat kesal. Kekesalan SBY juga tersirat saat mengunjungi kantor DPP PD, dalam pertemuan di DPP PD, SBY juga menyinggung soal rencana menggeser PKS dari koalisi karena terjadi pelanggaran kesepakatan koalisi. Intinya parpol koalisi yang melanggar kesepakatan koalisi, bisa mengundurkan diri. Bila tidak mengundurkan diri maka kebersamaan dengan parpol koalisi berakhir.

Jadi berdasarkan kesepakatan itu, hubungan PKS di koalisi sudah berakhir secara otomatis. Jadi sekarang ini hanya lima parpol yang bersama-sama yaitu Partai Demokrat, Partai Golkar, Partai Amanat Nasiol (PAN), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Persatuan Pembangunan (PPP). [det/lad]

2 comments:

Anonymous said...

bikin koalisi baru saja

Anonymous said...

ha ha ha