Penyatuan Zona Waktu Indonesia



Wacana untuk menyatukan zona waktu indonesia nampaknya serius ingin diimplementasikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa. Rencana tersebut diharapkan paling lambat September 2012 sudah diimplementasikan. Keuntungan dari Penyatuan zona waktu ini akan mendorong efisiensi kegiatan ekonomi antara wilayah barat dan timur Indonesia. Perbedaan waktu hingga dua jam antara Indonesia Barat dan Indonesia Timur, selama ini, dinilai menghambat kegiatan ekonomi. Dengan kondisi sekarang, warga Indonesia Timur praktis cuma punya waktu enam jam untuk melakukan transaksi. Kalau rencana ini berhasil dilaksanakan maka Indonesia kana masuk ke ke GMT+8 atau sama dengan waktu Indonesia Tengah, sehingga Indonesia akan satu waktu dengan Tokyo, Singapura, Malaysia, Perth, Hongkong, dan Beijing. Hal ini diharapkan akan mempercepat pertumbuhan ekonomi, karena aktivitas ekonomi bisa dilakukan lebih dini setiap harinya. Sektor perbankan akan sangat efektif dari rencana ini. Bagi bank yang memiliki cabang di Jayapura dan Makassar, penyatuan waktu tentu sangat bermanfaat karena misalnya terjadi transaksi perbankan antara Indonesia Barat dengan cabangnya Indonesia Timur tidak harus menunggu 2 jam lagi karena zona waktu sudah sama dan waktu transaksi menjadi lebih panjang. Perdagangan valuta asing juga pastinya akan terdorong dan informasi mengenai kurs mata uang akan cepat didapat.

Selain itu keuntungan lainnya yaitu perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Bursa Komoditi Berjangka Indonesia akan dibuka bersamaan dengan pasar di Singapura, Kuala Lumpur dan Tokyo. Sehingga diharapkan akan mendongkrak transaksi perdagangan Rp 500 miliar sehari atau Rp 20 triliun setahun. Pemerintah mengklaim penyatuan zona waktu juga akan memberi waktu yang lebih panjang bagi pelaku usaha di wilayah timur Indonesia. Sekitar 50 juta warga Indonesia Bagian Tengah dan Bagian Timur akan memiliki waktu yang lebih panjang untuk bertransaksi dengan masyarakat di wilayah barat, sehingga bisa meningkatkan Produk Domestik Bruto (PDB) hingga 20 %.

Tetapi rencana penyatuan ini akan mendapati beberapa kendala, penyatuan waktu akan mengabaikan jam matahari. Padahal jam biologis manusia sangat dipengaruhi oleh posisi matahari, sehingga penyatuan waktu menuntut penyesuaian jam kerja dan kegiatan sehari-harinya, seperti penyesuaian waktu salat dan istirahat. Akibatnya malah terjadi ketidak efisienan. Selain itu penyatian zona waktu juga memerlukan sosialisasi serta penyesuaian dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia.

0 comments: