Yuzril Ihza Mahendra Vs. SBY


Kamis 17 Mei 2012, Yuzril Ihza Mahendra memenuhi undangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di kediaman SBY di Cikeas, Bogor. Dalam pertemuan itu SBY membicarakan perihal penundaan pelantikan Junaidi sebagai gubernur Bengkulu. Sengketa ini bermula ketika gubernur non aktif bengkulu Agusrin M Najamudin mengajukan putusan sela dalam sengketa melawan presiden RI dan Mendagri. Yuzrl Selaku kuasa hukum Agusrin menyatakan bahwa keputusan presiden mengandung kesalahan karena bertentangan dengan hukum dan asas-asas umum pemerintahan yang baik.

Gugatan yang diajukan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta tersebut mengabulkann untuk menunda elaksanaan Keppres 40 dan No 48/P Tahun 2012 tentang pemberhentian Agusrin dan pelantikan Junaidi Hamsyah sebagai Gubernur Bengkulu definitif. Pengadilan menunda pelaksanaan Keppres tersebut sampai ada putusan yang berkekuatan tetap.

SBY akhirnya menerima dan menaati putusan tersebut, beliau juga berjanji akan mengakifkan kembali Agusrin M Najamudin sebagai gubernur Bengkulu apabila dibebaskan oleh Mahkamah Agung dalam pemeriksaan Peninjauan Kembali.
Seperti diketahui, dalam putusan sela menyatakan bahwa Keputusan Presiden No 48/P Tahun 2012 tanggal 2 Mei 2012 yang mengesahkan pengangkatan Gubernur Junaidi Hamsyah menjadi gubernur definitif menggantikan Agusrin, ditunda pelaksanaannya sampai sengketa tata usaha negara ini mempunyai kekuatan hukum yang tetap.


0 comments: