Tingkat Kepuasan Publik Terhadap Jokowi

Krisis politik kini tengah melanda Negara tercinta ini, Indonesia. Carut marut perpolitikan Indonesia sekarang ini memang sedang gonjang ganjing. Seperti diberitakan di media masa konflik antara KPK dan Polri kembali mengerucut pada era pemerintahan Jokowi. Sebab utamanya yaitu pencalonan Budi Gunawan sebagai calon tunggal Kapolri pengganti Jend Sutarman. Dari sinilah konflik tersebut dimulai, Jokowi secara nekat mencalonkan Budi Gunawan sebagai calon Kapolri yang notabene mendapat catatan merah KPK, KPK pun tidak diam saja, setelah diputuskan menjadi calon tunggal Kapolri, KPK pun langsung menetapkan Budi Gunawan sebagai tersangka rekening gendut. Polri pun tidak diam saja dan akhirnya mengkriminalisasikan seluruh pimpinan KPK dan menjadi kan masing-masing pemimpin KPK menjadi tersangka dengan kasus yang direkayasa.

Menurut lingkaran survey Indonesia berikut hasil tingkat kepercayaan dan kepuasan publik atau masyarakat terhadap Kepemimpinan  Jokowi bisa dilihat pada ilustrasi dibawah ini. (sumber detik.com)

Tingkat Elektabilitas Jokowi

Tingkat Ketidakpuasan Publik Terhadap Jokowi

Tingkat Kepuasan Publik Terhadap Jokowi


Hal – Hal yang disukai dan tidak disukai public terhadap pemerintahan Jokowi

KPK vs. DPR


Jokowi sebagai presiden sudah memutuskan calon tunggal Kapolri Budi Gunawan untuk mengganti Kapolri Jend. Sutarman. Tapi alangkah terkejutnya public Indonesia ketika calon tunggal dari Jokowi ditetapkan menjadi tersangka oleh KPK. Penetapan tersangka oleh KPK memang tidak semerta merta karena kepentingan politik tetapi KPK menetapkan menjadi tersangka karena memang Bugi Gunawan diduga melakukan tindak pidana korupsi. KPK menetapkan menjadi tersangka berdasarkan laporan dari PPATK selaku lembaga pemeriksa laporan keuangan yang menyatakan Budi Gunawan memiliki rekening gendut yang tidak wajar. Dari laporan PPATK diketahui banyak transaksi mencurigakan yang dilakukan oleh Budi Gunawan.
Tetapi apa mau dikata, jokowi tidak bergeming terhadap keputusannya tersebut dan masih mencalonkan budi gunawan sebagai calon Kapolri. Tentu saja ini merupakan suatu langkah kemunduran bagi bangsa Indonesia terhadap program pemberantasan korupsi. Dan rakyat Indonesia pun mulai mempertanyakan komitmen jokowi mengenai program pemberantasan korupsi.
Langkah KPK dirasa memang cukup tepat dan benar. Karena kalau semisal Budi Gunawan sudah terlanjur menjadi Kapolri maka untuk melakukan pemeriksaan sang Kapolri akan menjadi sangat susah. Selepas penetapan tersangka oleh KPK, Abraham Samad selaku ketua KPK langsung mendapat terror dan fitnah berupa penyebaran foto mesra Abraham Samad dengan putri Indonesia. Namun menurut para ahli, foto-foto tersebut palsu. Seperti yang sudah diketahui, kriminalisasi ketua KPK sering kali terjadi, sebagai contoh kasus Antasari Ashar kalau ditelisik lebih jauh seperti kasus yang direkayasa.
KPK Vs. DPR, Diatas kertas KPK mungkin sulit menang melawan DPR yang sudah menyetujui pencalonan Budi Gunawan sebagai calon Kapolri, bagaimana tidak tugas DPR adalah menyusun dan membuat undang-undang, sedangkan KPK hanya sebagai pelaksana Undang-undang. DPR bisa saja menumpulkan peran dan tugas KPK dengan cara merubah kewenangan KPK, cara ini sudah dilakukan dengan melakukan amandemen yang merubah kewenangan KPK seperti yang sudah diberitakan pada tahun lalu. Kepentingan DPR terhadap pemulusan pencalonan Budi Gunawan dikarenakan para elit politik DPR dipimpin oleh koalisi Indonesia Hebat yang tentunya mendukung jokowi.

Kita sebagai warga Negara wajib mengawal konspirasi apa yang akan terjadi di Indonesia, jangan sampai kepentingan segelintir elit politik ini akan menghancurkan Indonesia.  

More

Search This Blog