Sejarah Subsidi BBM



Sekitar pada tahun 70 an, mantan Menteri Pertambangan dan Energi almarhum Prof. Dr. Subroto mempunyai usulan ke Presiden Soeharto pada saat itu mengenai kenaikan harga bahan bakar minyak dengan berbagai alasan dan data mengenai ekonomi dan migas nasional. Namun jawaban Presiden Soeharto saat itu menolak menaikkan harga BBM karena harga minyak harus tetap murah dan terjangkau oleh rakyat selain itu harus dapat dimanfaatkan sebesar besarnya untuk menyejahterakan rakyat meski  Soeharto tahu resikonya APBN akan jebol.

Menurutnya resiko ekonomi merupakan tanggung jawab seorang Presiden bukan tanggung jawab rakyat.  Namun pada era tahun 1982-1983 presiden Soeharto terpaksa untuk menaikkan harga BBM yang mencapai hingga 80%. Akan tetapi kebijakan itu dipertimbangkan sematang mungkin agar harga pangan tidak terpengaruh terhadap kenaikan harga BBM yang naik.


Namun kebijakan Presiden Soeharto menjadi blunder mengingat subsidi BBM tanpa mempertimbangkan optimaliasai pengembangan sumber-sumber energi. Bagaimanapun sumber daya minyak yang melimpah akan habis juga. Blunder yang kedua yaitu kebijakan subsidi BBM yang tidak terkontrol membuat subsidi BBM jadi surga bagi para mafia migas. Negara yang saat ini tidak mampu menstabilkan harga pangan dan migas dikarenakan semua harga tersebut ditentukan oleh sistem pasar, dan semua harga dikembalikan ke pasar. Tetapi,  seharusnya Negara mampu menjamin kesejahteraan rakyat terjamin walau terjadi kenaikan harga BBM.

More

Search This Blog